[Home] [Forum Diskusi] [About Us] [Contact Us ] ====================================

Kamis, Juli 30

PROGRAM SENSORI INTEGRASI UNTUK MENGOPTIMALISASI ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS

PROGRAM SENSORI INTEGRASI UNTUK MENGOPTIMALISASI ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS
(disampaikan dalam dialog interaktif Special Need Center 4 Oktober 2003)



Sensori integrasi adalah proses neurologis dari pengorganisasian informasi yang kita dapat dari tubuh kita dan dari lingkungan sekitar kita yang berguna untuk aktifitas sehari-hari.

Kita mengenal indra atau senses dengan istilah panca indra meliputi pendengaran, penciuman, perasa, penglihatan, dan peraba. Namun dalam membahas tentang sensori integrasi / SI kita akan belajar senses lain selain panca indra. Senses terbagi dua, yaitu indra jauh dan indra dekat. Indra juh itulah yang kitakenal dengan panca indra dimana kita mampu mengontrolnya, misalnya membedakan suara. Sedangkan indra dekat disebut juga dengan indra tersembunyi karena kita tidak menyadarinya, kita tidak mampu untuk mengontrolnya secara langsung. Indra ini sangat penting untuk mempertahankan hidup, dan berfungsi untuk merespon apa yang terjadi di dalam tubuh kita.

Ada tiga indra dekat, yaitu:
1. Taktile / sentuhan, akan memproses informasi tentang sentuhan terutama yang diterima melalui kulit.
2. Vestibular, memproses informasi tentang gerakan gravitasi dan keseimbangan yang diterima melalui organ yang berada dalam telinga.
3. Propioseptif, memproses informasi tentang posisi tubuh dan anggota tubuh yang diterima oleh otot, ligament dan sendi.

Ketiga senses ini sangat penting dalam perkembangan anak, dengan berfungsi secara efisiennya, indra dekat ini, maka anak akan mampu melihat, mendengat dan berkonsentrasi terhadap lingkungan dengan baik.


SI terjadi pada sistem saraf pusat dimana tugas utamanya adalah mengintegrasikan sistem indra. Menurut Ayres lebih dari 80% dari sistem saraf terlibat dalam proses pengorganisasian input sensoi, sehingga kita mengenal otak sebagai mesin pemroses sensori.

Ketika otak kita mampu berproses secara efisien, maka respon kita akan tepat dan otomatik. Contoh ketika kita sedang membaca Koran kemudian dating anak kita mengatakan “I love you” , maka apa respon anda?


PERKEMBANGAN NORMAL SENSORI INTEGRASI PADA ANAK

Level 1. Primary sensory System
Pada umur 2 bulan anak sudah mampu menerima informasi yang sangat banyak dari sensori input dan mengembangkannya untuk belajar di waktu yang akan dating. Senses yang bekerja yang paling mendasar adalah vestibular, taktil, dan propioseptif.

Level 2. Perceptual motor foundation
Setelah pada level 1 teringrasi, maka anak pada umur satu thun mulai berkembang persepsi tubuh dan kesigapan tubuhnya. Dimana anak mulai mengenal bagian tubuh, bagaimana hubungan dari bagian tubuh tersebut dan juga bagaimana gerakannya. Visual sangat berperan dalam hal ini.

Level 3. Perceptual Motor Skill
Pada level ini, anak mulai berkembang persepsinya, pemahaman bahasa dari sensori yang diterimanya. Semua informasi sensori membuat anak dapat berinteraksi dengan lingkungan. Pendengaran bertambah bagus dengan mengerti bahasa, dan berkomunikasi, indra penglihatan mampu menerima informasi secara lebih akurat. Koordinasi mata dan tangan juga lebih berkembang.

Level 4. Academic readiness
Akhir dari produksi dari sensori integrasi adalah pengembangan ketrampilan akademiknya, termasuk penfgertian abstrak, sebab akibat, kemampuan keterampilan motoriknya, mampu mengendalikan perilakunya, kemampuan mengendalikan setiap sisi tubuhnya pemahaman tentang sesuatu yang dilihatnya, anak juga mampu mengendalikan emosi dan kebiasaannya.



Bersambung ke SENSORY INTEGRATION DISFUNCTION

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berlangganan / Subscribe via email

isi email anda pada kotak berikut untuk berlangganan artikel Fisiopedi Solo.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

follow us

About This Site