[Home] [Forum Diskusi] [About Us] [Contact Us ] ====================================

Sabtu, Agustus 8

SENSORY INTEGRATION DISFUNCTION

Lanjutan “PROGRAM SENSORI INTEGRASI UNTUK MENGOPTIMALISASI ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS”

SENSORY INTEGRATION DISFUNCTION


Gangguan ini juga dikenal dengan ketidak efisiennya sensori integrasi. Dalam hal ini otak tidak mampu memproses sensasi secara efisien bukan karena adanya kerusakan otak tetapi seperti adanya kemacetan lalu lintas di otak.

Disfungsi bisa terjadi karena inefisien intake sensori, dimana otak menerima terlalu banyak atau sedikit informasi sensori, atau dikenal dengan hiperreaktif dan diporeaktif.

Yang kedua bisa disababkan karena disorganisasi saraf, dimana otak tidak mampu menerima sensori karena disconnect, atau karena otak mampu menerima, tapi tidak konsisten, atau otak mampu menerima dan konsisten tapi tidak berhubungan dengan tepat dengan pesan sensori sehingga respon yang dihasilkan kurang tepat.

Yang ketiga karena adanya inefisien output yang berupa gerak , bicara atau emosi, disini, otak tidak efisien dalam memproses pesan sensori sehingga respon yang dihasilkan akan menyimpang dari yang diharapkan.

Gangguan proses input sensori biasanya karena individu tidak mampu mengintegrasikan indra dekat, ditambah sensori pendengaran dan penglihatan. Biasanya anak akan mengalami gangguan dalam perencanaan gerakan, koordinasi kedua sisi tubuh, keseimbangan, koordinasi mata dan tangan, bahasa, dan persepsi visual. Akibat yang terjadi bermacam-macam antara lain kesulitan dalam belajar, perkembangan dan perilaku.

GANGGUAN DALAM TAKTIL
Terjadi karena CNS tidak mampu memproses secara efisien sensasi yang diterima oleh kulit. Anak akan mengalami kesulitan dalam sentuhan, tersentuh oleh objek atau orang. Anak mungkin tidak mampu membedakan sensasi yang berbahaya dan yang tidak , mungkin anak-anak akan salah dalam mengintepretasikan sentuhan yang bersahabat sebagai sentuhan yang membahayakan, mereka mungkin juga kesulitan membedakan benda.

Respon yang biasa timbul dikenal dengan istilah flight, fright and fight.


Contoh gangguan sensasi taktil:
1. Tidak suka / menjauhi sentuhan yang ringan / lembut
2. Reaksi berlebihan terhadap nyeri
3. Menghindari tekstur tertentu
4. Tidak suka disentuh bagian kepala / muka
5. Tidak suka berjalan tanpa alas kaki pada jalan yang kasar
6. Tidak bereaksi pada nyeri
7. Kesulitan memegang / mempertahankan alat tulis, dll.




Contoh Gangguan Vestibular;
1. Takut akan mainan bergerak, berputar atau ketinggian
2. Cepat lelah salama aktivitas fisik
3. Keseimbangan jelek
4. Kesulitan mengenal anggota tubuh
5. Keterampilan motorik halus yang kurang bagus
6. Cepat frustasi dan menyerah
7. Kepercayaan diri yang rendah
8. Kesulitan untuk berteman.


Contoh gangguan propioseptif;
1. Kesulitan merencanakan, melakukan dan mengontrol gerakan
2. Kesulitan naik dan turun tanga
3. Memegang pensil atau krayon terlalu lemah atau terlalu kuat
4. Selalu menyangga kepala dengan tangan ketika beraktivitas di meja
5. Selalu duduk pada ujung kursi sehingga kaki bisa menyentuh lantai untuk ekstra stabilitas
6. Keseimbangan yang buruk ketika berdiri pada satu kaki
7. Kurang percaya diri / selalu mengatakan “saya tidak bisa” sebelum mencoba.


PERAN ORANG TUA
1. Buat catatan apa yang mengganggu pada anak anda
2. Segera konsultasi dengan terapis untuk dilakukan evaluasi dan terapi
3. Sabar, konsisten dan berikan support untuk program terapi
4. Bantu anak mengontrol tubuh dan hidupnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berlangganan / Subscribe via email

isi email anda pada kotak berikut untuk berlangganan artikel Fisiopedi Solo.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

follow us

About This Site