[Home] [Forum Diskusi] [About Us] [Contact Us ] ====================================
Tampilkan postingan dengan label Metode. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metode. Tampilkan semua postingan

Rabu, Februari 24

Mozard meningkatkan berat badan bayi prematur

Alunan musik yang menyejukkan hati dari Komposer abad ke-18 ini nampaknya dapat mereduksi kebutuhan energi bayi, yang berarti mereka dapat lebih cepat meningkatkan berat badan mereka.

beberapa peneliti telah memutarkan karya komponis Austria ini bagi sejumlah bayi prematur dalam inkubator selama 30 menit dan mengukur energi yang digunakan. Mereka membandingkan angka itu dengan jumlah energi yang dibuang ketika bayi tidak mendengarkan musik tersebut.

Setelah mendengarkan musik Mozart, bayi mengeluarkan energi 10 persen lebih sedikit.

Musik 'Mozart' digubah dengan melodi yang sangat repetitif.

Hal ini dapat mempengaruhi lapisan kulit otak pusat. "Kami masih belum mengetahui efek jangka panjang atau pengaruh dari musik jenis lain apakah juga dapat bekerja dengan baik."

Dampak lingkungan, seperti rangsangan karena sentuhan dan pencahayaan, juga telah terbukti memperbaiki kesehatan bayi prematur.

Sebuah penelitian pada 1990-an, juga menunjukkan bahwa sejumlah siswa meningkat IQ-nya dengan mendengarkan Mozart.

Mozard meningkatkan berat badan bayi prematur Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/pediatrics/1969397-mozard-meningkatkan-berat-badan-bayi/

Kamis, Februari 11

Resume Brain Booster II

Makna brain booster adalah pendorong / penguat otak. Program ini diberikan pada ibu hamil. Hal ini bertujuan untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan janin, terutama otak. Biasanya diberi asam folat (mengandung DHA dan omega) yang lebih baik diberikan pada trisemester pertama kehamilan.

Fungsi asam folat:
- Membantu untuk proses pembentukan jaringan, terutama otak. Diberikan dengan jumlah yang cukup, tidak boleh kurang atau lebih. Asam folat dapat diperoleh pada bayam, kacang-kacangan dan sayuran hijau. Sedangkan omega banyak ditemukan pada ikan laut
- Nutrisi secara keseluruhan pada proses pembentukan jaringan / organ tubuh. Zat seng (Zinc) juga berperan pada proses tersebut.

Asam folat sebaiknya diberikan sejak dini (sejak diketahui hamil). Jika mengkonsumsi asam folat berlebihan akan bisa berpengaruh tidak baik bagi bayi, yaitu terjadi penumpukan asam folat pada tubuh bayi dan akibatnya bayi bisa menjadi tempramental, menangis terlalu keras, fgerakan kaku, kegemukan, tidak bisa diam, selalu menangis kalau merasa tidak nyaman, menangis hingga tremor, dsb.

Tempat mengendapnya bisa dimana saja karena mengikuti aliran darah. Biasanya mengendap di area pinggir-pinggir otak dan bagian bawah otak, korteks jarang terkena kecuali bila alirannya ke korteks tersumbat.

Bayi lahir prematur atau dengan hiperbilirubin biasanya akan mempengaruhi kerusakan pada basal ganglia sehingga terjadi gangguan kontrol gerak dan postur.
Pada anak yang kelebihan nutrisi akan terjadi pengendapan di amygdala (otak tengah) sehingga fungsi luhur terganggu. Bayi dengan asphysia / hipoxia / aspirasi (peredaran darah terganggu) akan diikuti diplegia / quadriplegia.

Ibu hamil, jika kondisi fisiknya lebih kuat dari biasanya (tidak pernah capek atau sakit sama sekali) hal ini merupakan suatu tanda-tanda ada kelebihan nutrisi dan bayinya kemungkinan terganggu. Suvdoski (metode untuk mengetahui gerakan janin) mengecek gerakan pada janin dan gerakan ini pada saat mulai dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam minimal 4 kali gerakan yang dirasakan ibu) Seharusnya yang paling bagus 1 sampai 2 jam seudah ada 4 gerakan. Usia kehamilan trimester II sudah mulai bisa dirasakan (setelah mingu ke 15).

Pada trimester I, yang terbentuk pertama adalah otak dan bagian eksoderm. Brain boosternya antara lain makanan / nutrisi, sentusan untuk stimulasi. Janin bisa merasakan sentuhan, bisa melihat, mengecap, dan membau.

Jalan-jalan pagi bagi ibu hamil sebaiknya dilakukan sehabis subuh, hal inilah yang paling bagus untuk perkembangan calon bayi.


resume pertemuan FisioPedi 09 Februari 2010
resume oleh: Lyza Nur Khafidha

Jumat, Juli 24

Metode Glenn Doman bagian II

Metode Glenn Doman Pada Anak Cerebral Palsy


Metode Glenn Doman juga bias diaplikasikan pada anak-anak cerebral palsy atau anak berkebutuhan khusus yang lain. Prinsipnya adalah membentuk “patterning” sesuai tahap perkembangan anak. Latihan yang dilakukan juga mengajarkan anak tentang gerakan yang benar, dengan pengulangan gerakan sebanyak mungkin dan sesering mungkin, sehingga anak mudah melakukan asosiasi persepsi dan gerakan tersebut bisa tersimpan di memori otak dengan baik. Programnya juga 24 hours treatment along life.

Assessment yang harus dilakukan antara lain :

  1. reflex primitive
  2. kemampuan yang sudah dimiliki anak
  3. spastisitas (dengan skala Ashworth)
  4. pola bernafas anak (terutama pada CP athetoid, dimana pola nafasnya paling jelek, bicara dan bernafas tidak bisa sinkron)
  5. usia pasien
  6. penyebab CP
  7. letak kerusakan di otak
  8. gerakan normal yang dilakukan
  9. persepsi
  10. asosiasi
  11. kognitif
  12. diagnosis medis dan diagnosa fisioterapi
  13. pemeriksaan sensoris ( semua panca indera)

Dalam pelaksanaannya perlu dipersiapkan antara lain :

    • anak harus dalam suasana nyaman
    • lingkungan cukp suplai Oksigen
    • sesuai kondisi sehari-hari, arahkan gerakan yang normal (programnya sama dengan aktifitas sehari-hari, selama 24 jam, tapi ditambah dengan terapi-terapi khusus yang sifatnya patterning untuk memudahkan anak mengingat dalam memorinya)
    • frekuensi latihan, intensitas, durasi (gerak yang normal) treatmentnya dari bangun tidur ke tidur lagi, bahkan tidur pun harus ditata (terapis yang paling baik adalah orang tuanya). Semakin banyak yang harus diberikan, semakin baik, maka harus mengunakan waktu dengan baik.

Musuhnya adalah waktu dan gravitasi :

  • pola sinergis yang muncul karena pasien tidak mampu mengantisipasi adanya gravitasi (sehingga gerakan CP dan stroke mengambang). Jika belum bias melawan gravitasi, maka tidak bias menapak, sehinga centering tubuh juga tidak bias (contohnya kalau pasien stroke ke sisi yang sehat, kalau CP ke arah yang sesuai tipe CPnya)
  • Semakin tidak bias memanfaatkan waktu, makadianggap loose hasilnya, sehingga harus menggunakan waktu dengan baik.

Bentuk latihannya yaitu :

Stimulasi sensoris-gerak. Semakin kognitifnya tidak terganggu semakin baik fungsinya untuk menyimpan memori. Dalam metode ini tidak ada stretching

Untuk stroke hemorage, latihan ini baru dilakukan setelah 4 minggu karena pembuluh darah dan tekanan darahnya masih rawan.

Gerakan metode ini dirasa berat, sehingga perlu oksigern dan air / elektrolit yang cukup dan baik, terutama bagi otak.

Misalnya; Pasien CP; bias merangkak dengan gaya spastic CP (berarti sudah bias telentang, tengkurap, latihan duduk “W” sit );

# repaterning : posisi tengkurap, kemudian dilatih merayap (paling tidak sampai 100 x), dilakukan jangan sendirian (terapis) karena untuk tangan dan kaki bersamaan.

Latihan ini bisa dikombinasi, antara lain :

  • Latihan mobilisasi (trunk: rotasi, flexi, extensi)
  • Latihan pada posisi tidur miring ; latihan shoulder (glenohumeral),kmeudian mobilisasi scapula, tungkai (saat mobilisasi tungkai pada posisi miring, tubuhnya harus tetap lurus)
  • Latihan patterning merayap (merayap ditempat, tidak berpindah tempat)
  • Posisikan merangkak, kemudian setelah ada reaksi anak akan merangkak, maka kita rangkakkan, bias berpindah tempat

Aktivitas yang digunakan adalah aktivitas sehari-hari, misal latihan merayap 30x, kalau capek istirahat, kemudian dilanjut lagi teru menerus selama 24 jam, yang totalnya bias hamper 500x gerakan merayap.

Programnya selama 24 jam: misakan, saat tidur posisinya seperti apa, jika dimandikan maka posisinya seperti apa, kemudian duduknya, makannya seperti apa. Baru setelah itu program khusus patterning dan stretching dan mobilisasi. (twenty four hours along life)

Latihan tidak boleh dilakukan samapai “over” training. Program dengan force penuh 4-6 jam. Latihan yang terstruktur lebih baik hasilnya, begitu juga dalam melatih anak membaca.


Resume oleh:

Lyza Nur Khafidha

Vega Ary Putri


Disampaikan dalam Pertemuan Fisiopedi yang diadakan di YPAC (Yayasan Penyandang Anak Cacat) pada tanggal 15 Juli 2009 dengan pembicara ibu Nawangsasi Takarini M.Physio tersebut membahas tentang metode Glenn Doman.


Baca Glenn Doman Bagian I


Sabtu, Juli 18

Glenn Doman

METODE GLENN DOMAN


Pertemuan Fisiopedi yang diadakan di YPAC (Yayasan Penyandang Anak Cacat) pada tanggal 15 Juli 2009 dengan pembicara ibu Nawangsasi Takarini M.Physio tersebut membahas tentang metode Glenn Doman.

Metode ini adalah salah satu metode pendekatan yang dapat digunakan sebagai penanganan pada kasus – kasus kelainan saraf. Metode Glenn Doman dipopulerkan oleh seorang Fisioterapis dari Jerman bernama Glenn Doman. Awalnya metode ini digunakan untuk penanganan kasus-kasus kelainan saraf pusat seperti stroke. Akan tetapi bagaimana pengembalian fungsi seperti semula, masih menimbulkan banyak pertanyaan.

Perkembangan selanjutnya, Glenn Doman kemudian magang di bedah neurology, dan akhirnya dia mengetahui bahwa jika ada kelainan atau kerusakan di otak maka otak itulah yang harus diperbaiki.

Metode ini hampir sama dengan metode neurodevelopmental. Inti dari metode Glenn Doman ini yaitu :

· Otak itu ibarat CPU, jadi jika kita ingin menangani permasalahan/kerusakan yang ada di otak, maka yang diperbaiki adalah otaknya.

· Otak merupakan sutu memori, sehingga apapun yang kita lakukan (penanganan yang kita lakukan) harus bias direkam oleh otak (terutama pada kasus kelainan saraf pusat).

Kita harus bias mengoptimalkan dan memfungsikan kelebihan yang dimiliki otak, yaitu plastisitas otak. Plastisitas otak merupakan kemampuan otak untuk mengambil alih fungsi bagian otak lain yang mengalami kerusakan.

Menurut Glenn Doman, pasien harus belajar untuk melakukan aktifitas untuk disimpan dalam otak. Pemberian latihan harus dilakukan sebanyak mungkin dan sesering mungkin. Programnya adalah 24 hours treatment dan aktifitas yang dilakukan tidak lepas dari aktifitas sehari-hari pasien.

Latihan yang dilakukan pada kasus SSP adalah aktifitas fungsional, sedangkan bentuk latihannya sifatnya adalah mengarahkan refleks patologis kea rah positif (fisiologis), dan harus bisa disimpan di memori otak.

Pada pasien stroke, seringkali latihan merayap dan merangkak tidak dilakukan, tapi pasien langsung dilatih berdiri kemudian berjalan, sehingga akibatnya pola jalan pasien tidak benar. Latihan yang dilakukan pada pasien stroke haruslah bersifat “repatterning” dan bertahap. Sehingga tahapan yang benar sebelum melatih berjalan adalah latihan merayap, merangkak,kneeling, kneeling dengan satu kaki dan kaki satunya dalam posisi seperti akan berdiri (telapak kaki salah satu kaki menumpu pada lantai sedangkan kaki satunya kneeling),kemudian dilanjutkan latihan berdiri dan berjlan. Tiap tahapan latihan tersebut harus dilakukan secara berulang-ulang sesering mungkin,bahkan jumlah pengulangan yang bias dilakukan tiap harinnya bias sampai 500 kali pengulangan. Tujuan dari pengulangan yang banyak tersebut adalah:

· Agar gerakan yang benar tersebut dapat tersimpan dengan baik di memori otak.

· Memudahkan pasien melakukan asosiasi persepsi terhadap suatu gerakan yang benar, karena semakin mudah melakukan asosiasi terhadap persepsi maka semakin mudah terbentuk di memori.


Resume oleh:

Lyza Nur Khafidha

Vega Ary Putri


Baca Glenn Doman Bagian II

Berlangganan / Subscribe via email

isi email anda pada kotak berikut untuk berlangganan artikel Fisiopedi Solo.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

follow us

About This Site